Penulis
Cahya Dima Anugrah, S.Si
Guru SMP Islam Al Syukro Universal

Pemanasan global atau yang lebih populer disebut global warming menjadi isu lingkungan yang tidak henti-hentinya dibahas di seluruh dunia. Beberapa negara bahkan menjadikan hal ini sebagai bagian dari komoditas politik untuk mencari simpati masyarakat, seperti misalnya di Amerika Serikat dan Australia.

Sudah banyak permasalahan lingkungan yang terjadi sebagai akibat dari pemanasan global seperti menyusutnya jumlah keragaman flora dan fauna di bumi, berubahnya komponen ekosistem di banyak wilayah di bumi, ketidakseimbangan rantai makanan di berbagai daerah di bumi dan masih banyak lagi.

Kini, sekitar 20.000 spesies makhluk hidup tercatat terancam punah dan akan semakin bertambah jika tak ada langkah signifikan dari pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia.

Pemanasan global atau global warming adalah proses meningkatnya suhu rata-rata di berbagai bagian bumi seperti di atmosfer, laut, dan daratan sebagai akibat dari banyaknya aktivitas manusia terutama yang menggunakan bahan bakar fosil sehingga menghasilkan emisi karbon di udara yang semakin menumpuk setiap tahunnya.

gambar 1. ilustrasi keadaan bumi sebelum dan sesudah meningkatnya pemanasan global
sumber : https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-pemanasan-global.html

 

Pemanasan global juga dapat diartikan sebagai naiknya suhu bumi secara menyeluruh, hal ini ditandai dengan banyaknya es di daerah kutub bumi yang mencair dan temperatur di berbagai daerah di seluruh dunia yang cenderung naik setiap tahunnya.

Seperti dikutip dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 2019, selama 3 abad terakhir suhu rata-rata di permukaan bumi telah meningkat 1 derajat Celcius.

Apabila global warming sampai menyebabkan kenaikan suhu melewati 1,5 derajat Celcius maka dikhawatirkan akan mempercepat resiko kekeringan ekstrim, kebakaran hutan, banjir dan kekurangan pangan untuk ratusan juta orang.

gambar 2. Hutan yang terbakar dapat terjadi karena cuaca ekstrim akibat pemanasan gloab
sumber : https://gapki.id/news/1813/memahami-dan-mencari-penyebab-kebakaran-hutan-dan-lahan

IPCC menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan Abad ke-20, kemungkinan besar, disebabkan oleh naiknya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia.

Sebenarnya, manusia dapat memulai mengurangi pemanasan global melalui langkah-langkah yang mudah untuk dilakukan seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan melakukan penghematan listrik.

Berikut adalah beberapa pengertian global warming menurut organisasi pengamat lingkungan :

1. National Wildlife Federation

National Wildlife Federation adalah organisasi konservasi non-profit terbesar di Amerika Serikat yang memiliki tujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim pada satwa liar, tempat-tempat liar, dan manusia.

Menurut National Wildlife Federation, global warming adalah peningkatan suhu udara di bumi yang mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam, misalnya badai, kekeringan, banjir, dan lain-lain.

Global warming juga mengakibatkan perubahan landscape kehidupan di bumi dan membunuh banyak species.

2. Natural Resources Defense Council (NRDC)

Natural Resources Defense Council adalah organisasi aktivis lingkungan yang berkedudukan di Amerika Serikat. NRDC merupakan salah satu organisasi pengamat lingkungan yang terbesar dan paling terkemuka di dunia.

Menurut NRDC, global warming adalah proses peningkatan suhu udara karena terperangkapnya panas di atmosfir oleh gas karbondioksida yang bisa mengancam perubahan iklim dan dapat menimbulkan bencana di permukaan bumi.

NRDC mengatakan global warming merupakan krisis lingkungan dan kemanusiaan terbesar yang terjadi pada saat ini.

3. The New Mexico Solar Energy Association

Global warming adalah peningkatan suhu atau temperatur rata-rata di permukaan bumi sebagai dampak dari efek rumah kaca.

Efek rumah kaca tersebut merupakan peristiwa terperangkapnya panas di bumi karena terhalang oleh gas emisi seperti karbondioksida (asap kendaraan bermotor, asap pabrik-pabrik atau industri, kebakaran hutan) di atmosfir.

4. United States Environmental Protection Agency

Menurut United States Environmental Protection Agency, pengertian global warming adalah peningkatan suhu rata-rata di permukaan bumi, baik yang telah berlalu maupun yang sedang terjadi saat ini.

Efek rumah kaca merupakan penyebab pemanasan global yang paling besar sehingga menyebabkan perubahaan iklim

Upaya mengatasi global warming bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Walaupun membutuhkan proses yang tidak sebentar untuk melihat perubahannya, namun jika dilakukan terus menerus dalam beberapa tahun ke depan pasti akan terlihat perubahannya.

Meskipun tidak dapat menghentikan global warming sepenuhnya, setidaknya dengan melakukan upaya mengatasai global warming dapat memperlambat dampak yang ditimbulkan oleh isu lingkungan tersebut.

Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi global warming:

1. Menanam pohon

Langkah mudah untuk mencegah parahnya global warming adalah dengan menanam pohon. Penanaman pohon kembali atau reboisasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan manusia untuk menyeimbangkan kadar gas CO2 di lapisan atmosfer.

Dengan reboisasi, pohon akan menyerap gas CO2 untuk melakukan proses fotosintesis dan akan melepaskan oksigen ke udara sehingga kadar emisi karbon di udara akan berkurang dan bertambahnya kadar oksigen.

gambar 3. Sekolah Al Syukro Universal, Ciputat selalu giat untuk menanam pohon di lingkungan sekolah
sumber : https://tabungwakaf.com/sekolah-islam-al-syukro-universal/

 

2. Mengurangi penggunaan kendaraan bahan bakar fosil

Kendaraan umum maupun pribadi seperti motor dan mobil merupakan penyumbang CO2 terbesar. Namun, hal ini sering diabaikan mengingat kendaraan adalah salah satu kebutuhan utama manusia untuk beraktivitas sehari-hari.

Dengan meningkatnya pemakaian kendaraan pribadi, maka emisi CO2 yang ditimbulkan makin besar pula. Oleh karena itu, untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, anda bisa beralih menggunakan transportasi umum.

3. Melakukan Penghematan Listrik

Salah satu upaya mengatasi global warming adalah dengan melakukan penghematan listrik. Dengan berhemat listrik secara tidak langsung telah mengurangi kadar CO2 pada lapisan atmosfer karena sebagian besar gas CO2 ini dihasilkan dari pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil.

4. Mengendalikan Limbah

Limbah dapat mengeluarkan gas berbahaya ke udara. Gas berbahaya ini selain menimbulkan bau busuk, juga dapat menyebabkan efek rumah kaca yang menyebabkan panas matahari terperangkap di permukaan bumi.

Dengan mengendalikan limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri, maka hal ini dapat membantu mengatasi global warming.

Semua usaha memerlukan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat di dunia dan butuh konsistensi pula di dalam pelaksanaannya. Global earming adalah efek yang terjadi secara akumulatif dan masif dan tidak terjadi begitu saja, maka dari itu upaya menguranginya pun harus secara masif dan berkesinambungan. Seperti contoh ketika wabah virus corona yang melanda dunia sejak akhir 2019, dengan banyaknya masyarakat yang tinggal di rumah selama beberapa bulan, tidak beroperasinya beberapa pabrik dan minimnya transportasi di jalan raya di seluruh dunia terbukti membuat suhu udara dunia menjadi lebih sejuk, pemandangan langit yang semakin cerah karena biasanya tertutup kabut asap, kualitas udara yang semakin baik karena minimnya emisi karbon dan lain-lain.

Seluruh upaya yang direncanakan dalam menghadapi global warming akan sia-sia apabila hanya dilakukan oleh segelintir masyarakat dan tidak dilakun srcara konsisten. Untuk itu mari kita semua memulai melakukan upaya pencegahan tersebut semampu kita, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil dan mulai saat ini.

gambar . mari sayangi bumi kita selagi masih belum terlambat
sumber : https://www.liputan6.com/citizen6/read/2218178/5-aksi-ini-bantu-selamatkan-bumi-untuk-masa-depan