Lancar, begitulah penilaian umum atas hasil pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2011 yang diselenggarakan di SD Islam Al Syukro, pada Selasa (10 Mei) – Kamis (12 Mei) ini. Selama tiga hari berturut-turut UN bagi siswa kelas VI ini dilaksanakan, dengan materi tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
    “Khusus untuk Bahasa Indonesia ada 50 soal Pilihan Ganda, Matematika dan IPA sebanyak 40 soal Pilihan Ganda,” ujar Ibu Tarni SPd, Wakil Kepala SD Islam Al Syukro bidang Kurikulum ketika ditemui di Ruang Panitia UN.
    Pada pelaksanaan UN di SD Islam Al Syukro, terdapat delapan orang Pengawas dari luar sekolah yakni: Bapak Abdul Malik SPd (dari SDN Cipayung III), Bapak Tri Atmadja SPd (SDN Cipayung I), Bapak Suardi SPd (SDN Cipayung VII), Ibu Suwarsih Sag (SDN Cipayung VII), Ibu Aat Nurhayati (SDN Cipayung II), Ibu Siti Daolah SPd (SDN Cipayung IV), Ibu Fitroh Siti Aisyiah SPd (SDN Cipayung II), dan Ibu Husnawati SPd (SDN Cipayung VII).
    Adapun tugas dari Pengawas diantaranya adalah mengambil soal ujian di Ruang Panitia, masuk Ruang Ujian sesuai jadwal, meminta salah seorang siswa memimpin doa (di Ruang Ujian), membacakan tata tertib peserta UN, memeriksa kelengkapan peserta, membuka amplop berkas soal, menulis daftar peserta, menulis berita acara dan sebagainya. Termasuk, mengkondisikan agar suasana ujian tidak menegangkan tapi juga tetap tenang.
    Selain itu, di Ruang Panitia juga terpampang ketentuan bunyi bel. Misalnya, bunyi bel sebanyak empat kali (artinya Pengawas masuk Ruang Panitia), bunyi bel tiga kali (Pengawas masuk Ruang Ujian), bunyi bel dua kali (artinya siswa mulai mengerjakan soal UN), dan bunyi bel satu kali (siswa selesai menjawab soal UN dan meninggalkan Ruang Ujian).
Apa komentar Edo dan Alya?
    UN untuk mata pelajaran Matematika yang dilaksanakan pada hari kedua (Rabu, 11 Mei 2011) mendapat komentar yang beragam dari sejumlah siswa-siswi SD Islam Al Syukro. Diantaranya, M Redo Qaedi (siswa kelas VI-C) yang mengatakan bahwa soal-soal mengenai materi ‘Bangun’ cukup menyulitkan.
    “Kalau yang agak mudah adalah soal tentang ‘Modus’. Tapi, secara umum, saya bisa mengerjakan seluruh soal UN Matematika dengan lancar. Hasilnya? Saya kurang tahu, tapi lumayan bisa saya selesaikan dengan baik,” ujar Edo.
Sementara bagi Alya Ainayah Fahira (siswa kelas VI-A), soal-soal UN Matematika secara keseluruhan dapat dikerjakan sebaik-baiknya.
    “Hanya saja yang agak sulit adalah soal mengenai materi ‘ukuran berat’ seperti ton, kuintal dan lainnya, dikarenakan soalnya agak membingungkan. Adapun soal ‘Bangun’ dan ‘Modus’ justru saya anggap mudah. Insya Allah, hasil UN saya bagus,” harap Alya optimis. (fdl)