Prosesi ‘Wisuda dan Khotmul Qur’an’ SD Islam Al Syukro menurut rencana akan dilangsungkan pada Sabtu, 18 Juni 2011. Persiapan demi kesuksesan acara tersebut kini tengah dimatangkan oleh pihak sekolah bekerjasama dengan Persatuan Orangtua Siswa (POS) SD Islam Al Syukro, tak terkecuali para siswa yang tetap bersemangat untuk nantinya tampil mengisi acara.
    Keterlibatan para siswa memang musti dipersiapkan matang, maklum mereka juga akan menjadi bintang tamu pada pelaksanaan ‘Wisuda dan Khotmul Qur’an’ nanti. Seperti yang terlihat pada Selasa, 24 Mei kemarin, para siswa nampak tengah serius berlatih melakukan pembacaan puisi dan pementasan teater. Untuk pembacaan puisi, para siswa dilatih oleh Ibu Ina Nurmalina selaku pengurus POS SD Islam Al Syukro dengan didampingi Ibu Mawar Elista yang merupakan Wali Kelas VI-B. Sedangkan latihan pementasan teater dilatih secara langsung oleh Ibu Kris yang juga dari POS SD Islam Al Syukro. 
    Menurut Ibu Mawar, untuk pembacaan puisi akan dilakukan secara bersama-sama oleh 33 siswa-siswi kelas VI. “Puisinya bernuansa Islami dan bertemakan tentang Shalawat Nabi Muhammad saw. Dalam puisi ini, terkandung makna untuk mengagungkan Rasulullah saw sebagai manusia teladan di muka bumi. Anak-anak diajarkan betapa sebenarnya nama Muhammad itu sudah dikenal dan disebut-sebut secara penuh karismatik oleh banyak kaum di seluruh dunia, bahkan jauh sebelum Muhammad ditahbiskan sebagai Nabi dan menjadi Utusan Allah SWT,” urainya.
    Misalnya, kata Ibu Mawar lagi, di Tibet ada sebutan nama suci yakni Astvat-Ereval, di Mesir ada julukan Barnasha, di India disebut sebagai Malechka, dan di Suriah ada nama suci yakni Himada. “Seluruh nama-nama tersebut merujuk kepada Nabi Muhammad saw. Artinya, ini bagus untuk menjadi syiar agama Islam bahwa ternyata, di belahan dunia mana pun, nama Nabi Muhammad saw itu sudah disebut-sebut dan diteladani perilakunya bahkan jauh sebelum mereka, bangsa-bangsa itu tadi mengenal Islam sebagai sebuah agama,” tuturnya.
    Dengan memperkenalkan sosok Nabi Muhammad saw kepada para siswa melalui puisi, kata Ibu Mawar, diharapkan kecintaan mereka terhadap Rasulullah saw akan semakin meningkat dan bertambah tebal lagi. “Rasulullah saw itu suri tauladan, yang patut diagungkan. Baginda Rasul saw itu layaknya bulan purnama yang memancarkan sinarnya begitu terang benderang sehingga menerangi kegelapan malam,” katanya.
    Bagaimana aksi panggung pembacaan puisi dan pementasan teater ini, masih akan kita tunggu pada Sabtu, 18 Juni 2011 mendatang… (fdl)